sejarah keyboard logitech

Logitech
Logitech

Logitech Keyboard: Dari Keyboard Kecil Tahun 80-an Sampai Jadi Andalan Gamers & Office di 2026

Kalau lo tipe orang yang tiap hari ngetik berjam-jam – entah nulis artikel, main game, ngedit video, atau cuma scroll Twitter sambil kerja – pasti lo pernah pegang keyboard Logitech. Brand ini udah nemenin kita dari zaman komputer masih gede-gede dan berisik, sampe sekarang di era wireless, RGB, dan low-profile yang bikin tangan nggak pegel meskipun ngetik 8 jam sehari.

Gue coba ceritain perjalanan Logitech keyboard dari awal banget sampai posisinya sekarang di 2026, plus keyboard favorit gue pribadi dari mereka (yang gue pakai sampai sekarang). Bahasa santai aja, kayak lagi ngobrol sambil nunggu loading game.

Awal Mula: 1981 – Logitech Lahir di Swiss, Keyboard Masih Jadi “Aksesoris”

Logitech didirikan tahun 1981 di Apples, Swiss oleh dua insinyur: Daniel Borel dan Pierluigi Zappacosta. Awalnya mereka fokus bikin mouse (yup, mouse pertama mereka rilis 1982). Keyboard baru muncul belakangan, sekitar akhir 80-an.

Keyboard Logitech pertama yang cukup dikenal adalah seri Logitech K (awalnya disebut “Logitech Keyboard”) tahun 1988–1990-an. Desainnya masih kaku, tombol clicky, kabel tebal, dan bentuknya kotak banget. Tapi waktu itu keyboard Logitech langsung terkenal karena:

  • Tombolnya nyaman (switch mechanical awal, nggak karet kayak keyboard murah).
  • Build quality lebih kokoh dibanding brand lain.
  • Harganya kompetitif (bukan termahal, tapi nggak murahan).

Di era 90-an, Logitech keyboard sering jadi pilihan orang kantoran dan gamer awal karena tahan lama dan nggak gampang rusak.

2000-an: Era Multimedia & Gaming Mulai Naik

Masuk tahun 2000-an, Logitech mulai serius masuk gaming. Keyboard mereka mulai punya fitur ekstra:

  • Logitech G15 (2005) – keyboard gaming pertama yang bener-bener ikonik. Punya LCD kecil di atas, tombol macro G-keys, dan backlit biru. Ini keyboard pertama yang bikin orang mikir “keyboard bisa lebih dari sekadar ngetik”.
  • Logitech G19 (2010) – upgrade dari G15, LCD-nya lebih besar (320×80 pixel), bisa tampilin info game, chat, atau bahkan YouTube.

Di periode ini Logitech juga rilis keyboard office kayak K800 (2009) – wireless pertama dengan backlit dan baterai super awet (sampai 3 tahun sekali ganti baterai). Banyak orang kantoran masih pakai K800 sampe sekarang karena tombolnya empuk dan nggak ribet.

2010-an: Era Wireless, Mechanical, dan Low-Profile

Logitech mulai gila-gilaan inovasi:

  • G710+ (2012) – mechanical pertama dari Logitech dengan Cherry MX Brown.
  • G Pro Mechanical (2017) – keyboard esports pertama yang ringan dan tenkeyless (TKL).
  • G915 Lightspeed (2019) – wireless mechanical low-profile pertama di dunia. Ini bener-bener revolusi: tipis, baterai awet 30 jam dengan RGB nyala, dan latensi super rendah.

Di sisi office, MX Keys (2020) jadi keyboard paling laris buat kerja remote. Tombol concave (cekung), backlit pintar (nyala otomatis pas tangan mendekat), dan bisa sambung 3 device sekaligus.

Sekarang di 2026: Logitech Masih Raja Keyboard Wireless & Hybrid

Di 2026, Logitech tetep dominan di dua segmen:

  • Gaming: G Pro X Superlight (keyboard), G915 X, G Pro TKL 2026 edition.
  • Office/Productivity: MX Keys S, MX Mechanical Mini, Signature series.

Mereka juga mulai masuk hybrid: keyboard yang bisa mechanical tapi tetap low-profile dan wireless, plus fitur AI (tombol khusus buat shortcut ChatGPT atau Copilot).

Keyboard Logitech Favorit Gue (yang Gue Pakai Sampai Sekarang)

  1. Logitech G915 TKL Lightspeed (versi 2021, gue masih pakai 2026) Alasan: tipis, wireless, baterai awet 40 jam RGB nyala, switch GL tactile empuk banget, latensi hampir nol. Cocok buat kerja + main game tanpa ganti keyboard.
  2. Logitech MX Keys S (office daily driver) Alasan: ngetiknya enak banget, backlit pintar, sambung 3 device (laptop kantor + PC pribadi + iPad), dan baterai bisa 10 bulan tanpa backlit. Gue ngetik 8–10 jam sehari, tangan nggak pegel.
  3. Logitech G Pro X TKL (kalau lagi pengen mechanical full) Alasan: ringan, tombolnya bisa diganti switch, build quality solid, dan harganya masuk akal buat performa esports.

Penutup

Logitech keyboard dari dulu emang beda: mereka nggak cuma jual alat ngetik, tapi jual pengalaman. Dari keyboard kotak tahun 80-an yang tahan banting, sampai keyboard wireless low-profile 2026 yang bisa sambung ke 3 device sekaligus – mereka selalu ngerti apa yang orang butuhin.

Kalau lo lagi cari keyboard baru, gue saranin:

  • Kerja remote & ngetik banyak → MX Keys S atau MX Mechanical.
  • Main game kompetitif → G Pro X TKL atau G915.
  • Budget terbatas tapi mau bagus → Logitech K380 atau G213 (membrane tapi nyaman).

Lo sendiri pakai keyboard Logitech apa sekarang? Atau lo punya cerita nostalgia keyboard lama yang masih lo inget? Cerita dong di kolom komentar, bro. Siapa tahu kita bisa saling kasih rekomendasi.

Tetap ngetik nyaman ya. Keyboard bagus itu investasi kecil buat tangan & produktivitas lo seumur hidup.

(Artikel ini ditulis sambil ngetik di MX Keys S gue – empuk banget, sumpah)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *